62 Keistimewaan Kota MADINAH

Inilah Keistimewaan Kota Madinah:

  1. Allah menjadikan Madinah sebagai tempat masuk yang benar. Allah SWT berfirman: “Dan katakanlah (Muhammad), Ya Rabbaku, masukkan aku ke tempat yang masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat yang benar… (QS. Al-Isra: 80)”. Allah SWT menjadikan Madinah sebagai tanah Haram sebagaimana di tegaskan melalui sabda Rasulullah, “Madinah itu Tanah Haram dan Aman”
  2. Diharamkan membawa senjata ke Madinah dengan tujuan berperang atau membunuh, begitu pula di Makkah Al-Mukarramah
  3. Diharamkan mengambil barang temuan, kecuali bagi orang yang telah mengumumkan barang temuan tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan agama. Larangan ini juga berlaku di Makkah Al-Mukarramah
  4. Diharamkan berburu dan mengejar hewan buruan, sebagaimana halnya di Makkah
  5. Diharamkan memindahkan tanah dan bebatuan yang ada di Madinah dan Makkah keluar Tanah Haram
  6. Diharamkan menebang pohon dan memotong rumput yang ada di Madinah, baik bagi orang yang sedang berihram maupun bagi orang yang sedang tidak berihram
  7. Madinah di-idhafah-kan kepada Allah. Menurut pendapat ahli Tafsir, sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah “Bukankan Bumi Allah itu luas sehingga kalian dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?”
    (QS. An-Nisa’: 97)
  8. Madinah di-idhafah-kan kepad Nabi SAW. Sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah SWT, “Sebagaiman Rabbamu menyuruhku pergi dari rumahmu dengan kebenaran,” (QS. Al-Anfal: 5). Juga sabdanya, “Madinah itu Tanah Haramku”
  9. Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat hijrah, tempat tinggal, dan tempat meninggal Nabi SAW
  10. Allah SWT menjadikan Madinah sebagai tempat kelahiran Islam
  11. Penaklukan banyak negara melalui Madinah
  12. Keinginan besar Nabi SAW dan para sahabat untuk meninggal di Madinah, dan dipandang baik berdoa untuk mati di Madinah
  13. Rasulullah berdoa agar beliau dapat mencintai Madinah sebagaimana beliau mencintai Makkah atau lebih dari itu
  14. Rasulullah mempercepat kendaraanya ketika melihat dinding Madinah, saat datang dari perjalanan. Hal itu karena kecintaanya pada Madinah
  15. Madinah memiliki banyak nama yang menunjukkan kemuliaanya. Sungguh, tidak ada kota atau negara yang memiliki banyak nama seperti Madinah
  16. Madinah diberi nama Thaibah dan Thabah (baik dan subur). Allah lah pemberi nama Madinah dengan nama tersebut. Hal ini merupakan pemuliaan dari Allah terhadap kota yang sangat dicintai Nabi SAW tersebut
  17. Di dalam Taurat, Madinah diberi nama Mu’manah, Mahbubah dan Marhumah.
  18. Kehidupan yang nyaman di Madinah
  19. Rasulullah banyak mendoakan Madinah
  20. Terdapat banyak berkah di Madinah, baik dalam sha’, mud, timbangan, maupun buah-buahan
  21. Din Madinah terdapat berkah yang berlipat ganda, seperti yang terdapat di Makkah
  22. Madinah itu harum dan keharumannya menyebar, meskipun tidak ada wewangian
  23. Madinah bagaikan ubupan (alat peniup api) tukang besi yang setiap saat menghilangkan bagian buruk dan kotor, terutama saat kemunculan Dajjal.
  24. Madinah dapat menghilangkan dosa, sebagaimana ubupan menghilangkan kotoran-kotoran perak. Oleh karena itu kehidupan di Madinah keras dan sulit, jiwa manusia dapat terlepas dari ajakan, kejahatan, dan kecendrungan nafsunya, lalu jiwa itu menyisakan jiwa yang baik.
  25. Wabah penyakit berpindah dari Madinah ke Juhfah
  26. Madinah ditaklukkan dengan keimanan dan Alquran, sedangkan daerah lain dengan pedang
  27. Sebelum Makkah ditundukkan, kaum muslimin wajib hijrah dan bermukim di Madinah demi menolong Nabi serta menghibur hatinya. Sementara setelah peristiwa Fahtu Makkah, disunahkan untuk hijrah dan bermukim di sana. Orang yang hijrah ke Madinah sebelum Fahtu Makkah diharamkan untuk kembali ke Makkah dengan tujuan bermukim, seperti yang ditegaskan jumhur ulama. Namun, dia diberikan keringanan untuk tinggal di Makkah selama tiga hari setelah melaksanakan manasik haji
  28. Keimanan berkumpul di Madinah
  29. Madinah selalu dipenuhi para Malaikat. Kota itu dijaga malaikat sehingga tidak ada wabah dan Dajjal yang masuk ke Madinah
  30. Madinah menjadi Darrul Islam selama-lamanya. Setan putus asa untuk menjadi yang disembah di Madinah
  31. Orang-orang kafir dilarang memasuki Madinah, begitupun kota Makkah
  32. Penduduk Madinah diberikan keistimewaan dengan tempat miqat terjauh demi menambah pahala mereka
  33. Terdapat perbedaan pendapat untuk memulai dari Makkah atau Madinah bagi orang yang hendak melaksanakan haji. Sebagian sahabat memulai dari Madinah ketika melaksanakan haji. Mereka berkata “Kami memulai (haji) dari tempat Rasulullah berihram”
  34. Madinah dan Makkah dapat menggantikan posisi Masjidil Aqsa bagi orang yang bermadzar untuk melaksanakan shalat atau beriktikaf di Masjidil Aqsa. Tidak ada Masjid yang dapat menggantikan Masjidil Aqsa dan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah
  35. Dosa kecil di Madinah dicatat sebagai dosa besar. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah SAW,
    “Siapa yang berbuat dosa di Madinah…” Dosa dalam sabda beliau itu mencakup dosa kecil juga. Karena itu, dosa tersebut akan dibalas dengan balasan dosa besar karena kecerobohan dan sikap meremehkan orang yang berbuat dosan di Madinah
  36. Disunahkan untuk tidak berkendara di Madinah bagi orang yang tidak berhalangan, seperti yang dilakukan Imam Malik
  37. Disunahkan untuk mandi besar ketika hendak memasuki Madinah
  38. Disunahkan untuk keluar dari Madinah melalui sebuah jalan, lalu kembali ke Madinah jika memungkinkan melalui jalan yang lain (berbeda), jika ditakdirkan kembali kemadinah lagi
  39. Jika bernazar untuk memberikan wewangian di Masjid Nabawi, nazar itu harus dilakukan menurut sebagian ahli fikih
  40. Jika bernazar untuk mengunjungi atau melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, nazar itu harus dilakukan berdasarkan hadis Nabi. Dilarang bepergian (untuk mencari keutamaan shalat) kemesjid tertentu, kecuali 3 Masjid:
    (1) Masjidil Haram, (2) Masjid Nabawi (3) Masjidil Aqsha (HR. Muslim)
  41. Mengucapkan salam berulang kali kepada Nabi bagi selain penduduk Madinah, dan tidak bagi penduduk Madinah – menurut pendapat Imam Malik dan yang lainnya – kecuali penduduk Madinah itu bepergian atau datang dari perjalanan. Tetapi, menurut Imam Zarkasyi Asfi, yang benar adalah disunahkan untuk mengucapkan salam berulang kali bagi penduduk Madinah dan bagi selain penduduk Madinah
  42. Madinah dikhususkan sebagai tempat seorang lelaki saleh yang keluar dari Madinah karena di bunuh oleh Dajjal, dan tidak ada yang dapat mengalahkannya kecuali dia. Dia adalah lelaki terbaik. Kemudian Allah menghidupkan kembali lelaki itu, dan Dajjal tidak mampu membunuhnya kembali
  43. Allah SWT memilih penduduk Madinah untuk menjadi penolong Allah dan Rasulullah sehingga mereka menjadi ahli penolong dan tempat berlindung
  44. Disunahkan untuk bermukim di dekat Madinah karena dapat meningkatkan derajat dan kewibawaan
  45. Rasulullah memberikan syafaat dan bersaksi terhadap orang yang sabar menghadapi segala rintangan dan kesulitan yang terjadi di Madinah serta orang yang menghembuskan nafas terakhirnya di kota mulia itu. Disunahkan untuk berada di Madinah agar dapat meninggal di sana
  46. Pada akhir zaman sekelompok tentara akan keluar dari Madinah, untuk menolong kaum muslimin di kawasan Syam. Mereka adalah penduduk bumi terbaik saat itu.
  47. Allah memilih Madinah sebagai tempat madjid Rasulullah SAW saat beliau bersabda kepada kaum Anshar ketika mereka memegang tali kekang unta, “Biarkanlah unta itu yang memilih karena ia telah diperintah”
  48. Mesjid Nabawi yang berada di Madinah dibangun dibangun dengan tangan Rasulullah dibantu oleh para sahabat
  49. Pendirian masjid Nabawi berdasarkan takwa sejak hari pertama
  50. Madinah merupakan wilayah pertama yang memiliki masjid untuk seluruh kaum Muslimin
  51. Masjid Nabawi merupakan masjid terakhir para Nabi dan masjid Nabi SAW. Karena itu, Masjid Nabawi adalah masjid yang paling berhak untuk diziarahi
  52. Masjid Nabawi satu diantara tiga masjid yang wajib didatangi jika sudah bernazar untuk datang
  53. Madinah memiliki sebidang tanah paling mulia di muka bumi yang kini menjadi tempat pemakaman Rasulullah SAW
  54. Shalat di Masjid Nabawi lebih utama daripada seribu kali shalat di selain Masjid Nabawi, kecuali Masjidil Haram di Makkah. Keutamaah tersebut meliputi shalat fardu dan shalat sunah
  55. Siapa saja yang shalat sebanyak 40 kali (waktu) secara berturut-turut di Masjid Nabawi, akan dibebaskan dari api neraka, diselamatkan dari siksa, dan dijauhkan dari kemunafikan
  56. Siapa saja yang keluar dari rumahnya dalam kondisi suci menuju Masjid Nabawi, kedudukannya sama dengan orang yang berhaji
  57. Shalat jumat satu kali di Masjid Nabawi pahalanya sama dengan seribu kali shalat jumat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram
  58. Berpuasa Ramadhan di Madinah pahalanya sama dengan berpuasa seribu Ramadhan di luar Madinah
  59. Kiblat Masjid Nabawi dan Masjid Quba merupakan kiblat paling lurus di muka bumi
  60. Diantara mimbar Masjid Nabawi dan rumah Rasulullah terdapat Raudhah yang hanya terdapat di Madinah
  61. Perluasan Raudhah termasuk bagian antara Hujrah Asy-Syarifah dan tempat shalat Id Nabi, kini dibangun Masjid Al-Ghamamah. Hal itu merupakan karunia Allah SWT
  62. Mihrab Nabi SAW tidak perlu diijtihadkan karena merupakan kebenaran yang pasti, begitupun mesjid Quba. Sebab, yang menentukan keduanya adalah Nabi SAW melalui petunjuk Malaikat Jibril

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. Arminareka Perdana Penyelenggara Perjalanan Umrah & Haji Plus terbesar Se-Dunia (Since Februari 1990)

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *