Misteri Pohon Sidratul Muntaha

Sidrat al-Muntahā (bahasa Arab: سدرة المنتهى‎ , Sidratul Muntaha) adalah sebuah pohon bidara yang menandai akhir dari langit/Surga ke tujuh, sebuah batas di mana makhluk tidak dapat melewatinya.

Konon pohon inilah yang menandai akhir dari langit dan menjadi penanda batas dimana makhluk tidak dapat melewatinya. Dinamakan sidratul muntaha (pohon puncak), karena ilmu malaikat puncaknya sampai di sini. Tidak ada yang bisa melewatinya, kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Soal detail, Rasul tak mengatakan hal tersebut dengan cukup jelas. Hanya saja, beliau mengungkapkan jika tempat ini sangatlah indah. Dari Anas bin Malik, Rasul bersabda, “Ketika aku dimi’rajkan ke langit ke tujuh, aku diajak ke Sidratul Muntaha,… ketika pohon ini diliputi perintah Allah, dia berubah. Tak ada seorangpun manusia yang mampu menggambarkannya, karena sangat indah.”

Nabi Muhammad mendeskripsikan bagaimana perjalalannya ke Sidratul Muntaha yang ditemani oleh Malaikat Jibril. Ia menceritakan bagaimana keadaan Sidratul Muntaha namun tidak bisa menggambarkan keindahannya dengan rinci karena hanya Allah SWT yang maha tahu. Pandangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melebihi batas yang diizinkan. Ini menunjukkan bagaimana adab beliau saat menjadi tamu Allah SWT.

misteri-pohon-sidratul-muntaha-2

Di sana Nabi Muhammad melihat berbagai kejadian yang luar biasa. Beliau melihat surga, melihat neraka dan melihat kejadian gaib pada malam isra miraj. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Ketika saya dimi’rajkan ke langit ke tujuh, saya diajak ke sidratul muntaha,… ketika pohon ini diliputi perintah Allah, dia berubah. Tidak ada seorangpun manusia yang mampu menggambarkannya, karena sangat indah. (HR. Abu Ya’la Al-Mushili 3450 dan dishahihkan Husain Salim Asad).

Nabi Muhammad SAW menggabarkan sekilas dalam beberapa hadist yang jika dirangkum menyebutkan bahwa Sidratul Muntaha adalah pohon yang terbuat dari emas seluruhnya. Beberapa dahan yang terbuat dari zamrud, ada juga yang dari ruby. Dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam”.Kemudian aku bertanya, “Wahai Jibril, apakah keduanya ini?” Dia menjawab, adapun dua yang dalam itu ada di surga sedangkan dua yang di luar itu adalah Nil dan Eufrat. Pohon ini mengukur jarak seratus lima puluh tahun perjalanan dari kaki ke puncaknya.

Nabi Muhammad SAW juga menggambarkan bahwa daun Sidratul Muntaha menyerupai telinga gajah, dan mereka sangat besar: Satu dahan saja dari mereka akan menutupi seluruh dunia. Buahnya berbentuk seperti kendi air. Seluruh pohon yang ditelan oleh cahaya. Pohon ini dikelilingi dan dipeluk oleh banyak malaikat di atasnya. Malaikat Jibra’il juga memiliki tempatnya pada cabang-cabang pohon ini, dan itu adalah cabang yang terbuat dari zamrud hijau

Selain itu, juga tersembur sebuah pegas di bawah pohon itu. Malaikat Jibril mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa pegas tersebut itu bernama Salsabil. Ini adalah sumber dari dua air, satu adalah Kawthar (Kelimpahan); yang lain adalah Rahma (rahmat). Kedua sungai mengalir sebelum gerbang Garden. Musim semi Salsabil adalah sumber dari perairan ini.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pohon ini adalah ujungnya semesta dan ia terletak setelah puncaknya langit ke tujuh. Hal ini juga ditegaskan oleh sebuah riwayat oleh Ibnu Mas’ud dari Rasul yang mengatakan bahwa Sidratul Muntaha adalah pangkal dari semua yang naik. Dari sini bisa disimpulkan jika pohon ini terletak di sebuah tempat yang sangat tinggi.

misteri-pohon-sidratul-muntaha-langit-ke-7

Tak hanya itu, Sidratul Muntaha juga dikatakan sangat berdekatan dengan Surga. Hal ini dijelaskan di surat An Najm 12-18. Makin jelas bagaimana gambaran Sidratul Muntaha. Dan setelah mengetahui ini harusnya bikin kita makin kagum dan takjub dengan kebesaran Allah.

Setidaknya ada dua hal besar yang pernah terjadi di tempat ini. Pertama adalah momen ketika Nabi Muhammad melihat Allah secara langsung. Namun di sini Rasul melihat wujud Allah dalam bentuk cahaya. Hal ini sesuai dengan hadist yang pernah diriwayatkan oleh Abu Dzar ketika beliau bertanya mengenai wujud Tuhan.

misteri-pohon-sidratul-muntaha-sholat

Tak hanya melihat Allah secara langsung, Sidratul Muntaha juga pernah jadi saksi sebuah peristiwa besar yang dampaknya kita rasakan hingga hari ini. Ya, ini adalah perintah Sholat dari Allah kepada Nabi dan semua umatnya. Jika kamu ingat, dalam peristiwa ini Rasul bolak balik naik dan turun dari Sidratul Muntaha untuk bertanya kepada Nabi Musa perihal jumlah sholat.

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. Arminareka Perdana Penyelenggara Perjalanan Umrah & Haji Plus terbesar Se-Dunia (Since Februari 1990)

Artikel Terkait:

Sumber: semuadadisini.com | boombastis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *