ANTRIAN HAJI Daftar Tunggu Mencapai 40 Tahun

Minat berhaji bangsa Indonesia sangatlah besar. Sayangnya hal ini tidak sebanding dengan kuota haji yang disediakan oleh Pemerintah. Ini berdampak terhadap daftar antrian hingga puluhan tahun. Antrian paling panjang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan mencapai 40 tahun. Masyarakat yang mendaftar haji saat ini Sidrap, baru berangkat 2056 nanti atau 40 tahun kemudian. Panjangnya antrian haji ini memunculkan usulan pembatasan usia maksimal boleh daftar haji.

Antrian ini menjadi lebih lama akibat penurunan kuota haji Indonesia sekitar 20 persen selama tiga tahun terakhir dari 211.000 ke 168.800 karena ada renovasi Masjidil Haram. Usulan pembatasan usia maksimal boleh mendaftar haji itu disampaikan Ketua Komisi VIII DPR (bidang agama) Ali Taher Parasong. Dia mengatakan masyarakat yang usianya sudah 60 tahun, bahkan 70 tahun, perlu dipertimbangkan untuk daftar haji. “Ibadahnya diganti yang lain saja,’’ katanya, Rabu (3/8/2016).

Bukan tanpa alasan politisi PAN itu mengusulkan pembatasan usia maksimal boleh daftar haji. Sebab dengan mendaftar di usia 60-70 tahun, maka rata-rata baru bisa berangkat di usia 90 tahun bahkan 100 tahun. Meskipun usia ada di tangan Allah, namun versi Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata harapan hidup penduduk Indonesia adalah 70 tahun.

Dia menuturkan budaya untuk mendaftar haji di usia muda masih minim. Umumnya mendaftar haji setelah urusan pendidikan anak, membeli rumah, dan keperluan utama lain sudah selesai. Sayangnya ketika sejumlah urusan utama itu selesai, usia seseorang umumnya sudah di atas 50 tahun. Menurutnya pemerintah tidak ada salahnya untuk kampanye mendaftar haji di saat usia masih 30 tahunan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. Arminareka Perdana Penyelenggara Perjalanan Umrah & Haji Plus terbesar Se-Dunia (Since Februari 1990)

sumber: kendari pos

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. Arminareka Perdana Penyelenggara Perjalanan Umrah & Haji Plus terbesar Se-Dunia (Since Februari 1990)

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *