Sudah Mampu Haji tapi ketika mati belum naik haji, pilih mati sebagai Yahudi atau Nasrani?

Rukun islam terdiri atas lima, yaitu:

    1. Bersyahadad bahwa tiada Tuhan selain Allah
    2. Mendirikan sholat
    3. Mengeluarkan zakat
    4. Berpuasa di bulan Ramadhan
    5. Menunaikan ibadah Haji bagi yang mampu

Dalam sabda Nabi Muhammad SAW bahwa menunaikan ibadah haji merupakan salah satu bagian dari salah satu rukun islam serta WAJIB untuk dilaksanakan bagi seorang muslim yang telah mampu. Seperti yang kita ketahui bersama dalam kaidah fiqih, pengertian “wajib” adalah jika kita melaksanakan akan mendapat pahala dan jika meninggalkannya akan mendapat ancaman dosa.

Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang telah memiliki bekal dan kendaraan (alat-alat pengangkutan) yang bisa mendatangkannya ke Baitullah dan tidak mau berhaji, maka wajib baginya (jika sewaktu-waktu mati dalam keadaan) Yahudi atau Nasrani. Dan demikian itulah hukum wajibnya haji, sebab sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Al Qur’an (surat Ali Imran/3 : 97).

Sa’id, dalam Kitab Sunan-nya , meriwayatkan dari Umar bin Khattab :

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ قَالَ : لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَبْعَثَ رِجَالاً إِلَى هَذِهِ اْلأَمْصَارِ فَيَنْظُرُوْا كُلَّ مَنْ كَانَ لَهُ جِدَّةٌ وَلَمْ يَحُجَّ لِيُضْرِبُوْا عَلَيْهِمْ الْجِزْيَةُ، مَا هُمْ بِمُسْلِمِيْنَ مَا هُمْ بِمُسْلِمِيْنَ

Artinya : Dari Umar bin Khattab, beliau berkata : Aku bertekad untuk mengutus beberapa orang menuju ke wilayah-wilayah ini agar meneliti siapa yang memiliki kecukupan harta namun tidak menunaikan haji supaya diwajibkan atas mereka membayar pajak, mereka bukanlah orang Islam! Mereka bukanlah orang Islam!

Diriwayatkan dari khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah berkata:

مَنْ قُدِّرَ عَلَى الْحَجِّ فَتَرَكَهُ فَلاَ عَلَيْهِ أَنْ يَمُوْتَ يَهُوْدِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا

Barang siapa berkemampuan menunaikan haji lalu ia tidak menunaikannya, maka terserah baginya memilih mati dalam keadaan beragama Yahudi atau Nasrani.

Sebagaimana sabda Nabi SAW saat diwajibkannya haji, ada seseorang bertanya “Apakah wajib (dikerjakan) disetiap tahun ya Rasulullah?” Maka Nabi menjawab : ”Haji itu cukup sekali saja, lebih dari itu adalah sunnah”.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Nabi SAW bersabda :

تَعَجَّلُوْا إِلَى الْحَجِّ –يَعْنِي الْفَرِيْضَةِ- فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِى مَا يُعْرَضُ لَهُ

Yang artinya : Bersegeralah kalian menunaikan haji -yakni haji yang wajib- sebab sesungguhnya seseorang diantara kamu tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. (HR. Imam Ahmad bin Hanbal)

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. Arminareka Perdana Penyelenggara Perjalanan Umrah & Haji Plus terbesar Se-Dunia (Since Februari 1990)

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *